Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Kehutanan telah meluncurkan inisiatif terbaru untuk meningkatkan keselamatan pendaki di Gunung Gede, Jawa Barat. Salah satu inovasi tersebut adalah penerapan tombol darurat atau panic button di lokasi Surya Kencana yang berfungsi untuk meminta bantuan jika terjadi keadaan darurat saat mendaki.
“Dengan adanya tombol SOS ini, pendaki dapat menghubungi petugas jika mengalami masalah di jalur pendakian,” ujar pihak kementerian, menegaskan pentingnya fasilitas baru tersebut. Inovasi ini diharapkan dapat menambah rasa aman bagi para pengunjung gunung yang terkenal akan keindahan dan tantangannya.
Sebagai bagian dari langkah ini, pendaki juga akan menerima gelang penghuni radio frequency identification (RFID) saat melakukan registrasi. Gelang ini dirancang untuk membantu melacak pergerakan pendaki di setiap titik pemeriksaan yang telah ditentukan.
Inovasi Teknologi untuk Keamanan Pendaki di Gunung Gede
Teknologi RFID tidak hanya berfungsi untuk melacak lokasi pendaki, tetapi juga mempermudah upaya pencarian dan penyelamatan (SAR) jika terjadi kecelakaan. Proses pendeteksian lokasi pendaki yang lebih akurat dapat mempercepat waktu penanganan jika diperlukan bantuan darurat.
Pada tahap awal implementasinya, gelang RFID ini akan diterapkan di jalur Gunung Putri dan jalur Cibodas. Selain itu, terdapat beberapa titik pemeriksaan atau check point di Surya Kencana, yang akan menjadi lokasi strategis untuk memantau aktivitas pendakian secara lebih efektif.
“Dengan adanya sistem ini, kami berharap dapat menekan angka kecelakaan di area pendakian dan memastikan setiap pendaki dapat menikmati petualangan dengan lebih aman,” tambah pihak kementerian.
Pentingnya Kesadaran dan Persiapan Sebelum Mendaki
Meskipun teknologi memberikan berbagai kemudahan, kesadaran dan persiapan yang baik dari para pendaki tetap menjadi kunci utama untuk keselamatan. Edukasi tentang keselamatan saat mendaki sangat penting untuk menghindari mogok di tengah perjalanan. Pendaki sebaiknya memahami rute, membawa peralatan yang tepat, serta memiliki fisik yang siap untuk menempuh perjalanan.
Sebelum menjelajahi jalur yang ada, penting untuk memeriksa kondisi cuaca serta peraturan terbaru yang berlaku. Kegiatan pendakian pun sebaiknya dilakukan secara berkelompok dengan anggota yang saling memahami satu sama lain, sehingga jika terjadi sesuatu, ada yang bisa memberikan bantuan.
Selain itu, pengelola harus memastikan semua fasilitas pendukung seperti toilet, jalur pendakian, dan area peristirahatan dalam kondisi baik. Kegiatan pemeliharaan dan kebersihan perlu rutin dilakukan agar pendaki merasa nyaman selama berada di alam.
Proses Pendakian yang Aman dan Tertib
Sebelumnya, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango juga menutup jalur pendakian mulai 13 Oktober 2025 untuk memperbaiki tata kelola dan kebersihan. Kebijakan ini diambil setelah evaluasi mendalam untuk menjaga kelestarian lingkungan dan memberikan pengalaman terbaik bagi pendaki.
Kepala Balai Besar TNGGP, Arief Mahmud, menyebutkan bahwa semua pendakian akan dibuka kembali setelah semua perbaikan dilaksanakan. Pengumuman terkait hal ini akan diinformasikan melalui situs resmi dan media sosial TNGGP untuk memastikan semua pihak mendapat informasi terbaru.
Langkah ini diharapkan dapat menarik kembali minat pendaki yang ingin menikmati keindahan alam sambil menjaga keselamatan dan kelestarian lingkungan di kawasan yang sangat dicintai ini.






