Setelah menunggu hampir empat tahun, boyband asal Korea yang fenomenal, BTS, akhirnya mengumumkan kembalinya mereka ke panggung konser. Konser perdana ini akan digelar pada 21 Maret 2026, di Gwanghwamun Square, Seoul, dan akan menjadi momen yang sangat dinantikan oleh para penggemar mereka di seluruh dunia.
Diinformasikan bahwa konser ini akan berlangsung secara gratis, dan diharapkan akan dihadiri oleh sekitar 200 ribu penggemar, atau yang biasa disebut ARMY. Momen ini akan menjadi spesial tidak hanya karena kembalinya BTS, tetapi juga sebagai peluncuran album penuh kelima mereka, “Arirang”.
Antusiasme yang luar biasa terlihat dari lonjakan pemesanan akomodasi di sekitar lokasi konser. Meskipun harganya melonjak drastis, para ARMY tetap berjuang untuk mendapatkan tempat menginap agar bisa menyaksikan penampilan idolanya.
Harga Akomodasi Naik Drastis di Sekitar Konser
Berdasarkan informasi yang kami terima, beberapa tempat penginapan di daerah Jongno dan Jung mengalami kenaikan harga yang signifikan menjelang konser. Sebagai contoh, tarif hotel bintang empat di dekat Gwanghwamun Square yang biasanya sekitar 225 ribu won, kini melonjak hingga 1,35 juta won.
Situasi ini memicu keluhan dari banyak pihak, terutama para penggemar yang merasa terbebani dengan biaya sewa yang sangat tinggi. Meskipun kompleksitas harga ini telah dikenal di kalangan penggemar, kenaikan sampai lima kali lipat di hari konser tetap mengejutkan banyak orang.
Lebih jauh lagi, banyak hotel bintang lima seperti Four Seasons sudah terjual habis, jauh sebelum konser dimulai. Hal ini menggambarkan betapa besarnya minat para penggemar untuk hadir di acara spesial tersebut.
Pemerintah Seoul Bereaksi Terhadap Kenaikan Harga
Pemerintah Kota Seoul mulai menerima keluhan mengenai kenaikan harga akomodasi yang tidak wajar. Mereka segera melakukan inspeksi terhadap fasilitas penginapan di sekitar lokasi konser untuk memastikan bahwa semua harga yang dicantumkan sudah sesuai dengan batasan yang ada.
Inspeksi tersebut melibatkan 280 fasilitas di Jongno dan 411 fasilitas di Jung. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan bahwa harga yang ditawarkan oleh pihak penginapan tidak melanggar undang-undang pengendalian kesehatan masyarakat.
Dalam situasi seperti ini, pihak penginapan diharuskan untuk memposting harga kamar secara transparan. Jika terbukti ada pelanggaran, penyedia akomodasi bisa menghadapi sanksi administratif yang tegas.
Implikasi Sosial dari Kenaikan Tarif Akomodasi
Kenaikan harga akomodasi bukan hanya membawa dampak pada penggemar, tetapi juga memberikan sinyal kepada pihak berwenang untuk lebih mengawasi industri pariwisata. Masyarakat dan pemerintah perlu bekerja sama untuk memastikan harga akomodasi yang wajar selama acara besar seperti konser ini.
Bukan hanya di Seoul, pola serupa juga terlihat di Busan, yang menjadi tempat konser kedua BTS pada 12-13 Juni 2026. Segera setelah pengumuman ini, tarif penginapan di kawasan tersebut melonjak tajam.
Kota lain seperti Busan menunjukkan bahwa fenomena ini tidak hanya terjadi di Seoul. Tarif penginapan yang meloncat hingga sepuluh kali lipat menciptakan iklim yang penuh tantangan bagi penggemar yang ingin menyaksikan konser.






