Kawasan bersejarah Kota Tua di Jakarta Barat kini tengah menjadi sorotan publik setelah terpilih sebagai lokasi syuting film terbaru dari Korea Selatan, di mana salah satu anggotanya adalah Lisa dari kelompok BLACKPINK. Keputusan ini menciptakan momen menarik yang menyatukan budaya lokal dengan dinamika industri hiburan internasional.
Proses produksi film tersebut sudah dimulai dan pihak kepolisian siap mengatur lalu lintas di sekitar lokasi untuk memastikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat. Kegiatan ini menandai kolaborasi budaya yang semakin berkembang di era modern ini.
Pihak kepolisian, melalui Kanit Lantas Polsek Tamansari, AKP Teguh, menjelaskan bahwa pengambilan gambar terjadi di Gedung Jasindo sejak tanggal 28 Januari 2026. Gedung bersejarah tersebut terletak di samping Cafe Batavia dan dikenal sebagai salah satu ikon di kawasan Kota Tua.
Kisah Kota Tua dan Gedung Jasindo yang Bersejarah
Kota Tua memiliki sejarah panjang yang berakar dari zaman kolonial Belanda, menjadi saksi bisu berbagai peristiwa penting bangsa ini. Gedung Jasindo sendiri dibangun pada tahun 1912 dan dikenal sebagai Kantoor West Java, berfungsi sebagai kantor perdagangan untuk perusahaan Belanda saat itu.
Arsitektur Gedung Jasindo yang bergaya Art Deco menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan dan pelajar yang ingin mengenal lebih jauh tentang sejarah Jakarta. Selama ini, gedung ini menjadi destinasi populer untuk edukasi dan eksplorasi budaya.
Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian terhadap kawasan ini semakin meningkat, terutama dengan berbagai kegiatan kebudayaan dan sejarah yang diadakan di sekitarnya. Gedung Jasindo tidak hanya berfungsi sebagai bangunan fisik, tetapi juga simbol dari kekayaan dan kompleksitas sejarah Indonesia.
Kedatangan film asal Korea ini tentunya membawa animo tersendiri bagi masyarakat lokal. Banyak warga yang penasaran dan mencari tahu lebih dalam tentang proyek film ini dan peran yang akan dimainkan oleh Lisa.
Interaksi antara budaya pop Korea dan warisan budaya lokal menjadi catatan penting dalam perjalanan seni dan budaya di Indonesia. Hal ini menciptakan jembatan yang menarik dan memungkinkan warga untuk melihat kekayaan Indonesia dari perspektif baru.
Pengaruh Pengambilan Gambar terhadap Aktivitas di Kota Tua
Meski lalu lintas di sekitar Gedung Jasindo kembali normal setelah proses syuting, masyarakat tetap diminta bersiap menghadapi rekayasa lalu lintas yang akan datang. Pada tanggal 1 hingga 7 Februari, jalan di kawasan sekitar akan mengalami pengalihan arus demi kelancaran syuting.
Rekayasa lalu lintas ini mencakup penutupan Jalan Cengkeh dari Simpang Jalan Kunir hingga Simpang Jalan Nelayan Timur. Pihak berwenang berharap langkah ini dapat mengurangi kemacetan dan memberikan jalur yang lebih baik bagi kendaraan dan pejalan kaki.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa arus lalu lintas di kawasan ini tetap lancar setelah pengalihan dilakukan. Kru syuting dan peralatan berat yang sebelumnya mengganggu aktivitas masyarakat sudah tidak terlihat lagi, memberikan ruang kembali bagi masyarakat untuk beraktivitas.
Namun, meskipun aktivitas kembali normal, spanduk pengumuman masih terlihat di sekitar area tersebut. Spanduk tersebut hanya menyebutkan adanya “kegiatan” tanpa menyentuh detil mengenai syuting film, hal ini mungkin untuk menjaga situasi tetap kondusif dan mengurangi potensi kerumunan.
Warga setempat, khususnya para pedagang, juga merasakan dampak positif meskipun akses selama syuting dibatasi. Mereka mengungkapkan bahwa banyak pengunjung yang semakin tertarik untuk mengunjungi kawasan Kota Tua akibat berita tentang syuting film tersebut.
Respon Masyarakat terhadap Kehadiran Film Korea di Jakarta
Masyarakat di kawasan tersebut sangat antusias dengan kehadiran produksi film besar dari Korea Selatan, khususnya dengan mengekspos sosok populer seperti Lisa BLACKPINK. Meski pada awalnya tidak banyak yang tahu, suasana mulai hangat ketika informasi mengenai syuting menyebar dari mulut ke mulut.
Ahmad, seorang pengemudi ojek sepeda, bercerita tentang bagaimana kawasan tersebut disterilkan selama proses pengambilan gambar. Dia mengungkapkan bahwa meskipun banyak yang tertarik, akses masyarakat menuju lokasi syuting sangat terbatas.
Selama periode syuting, pengalihan arus lalu lintas dan pembatasan akses dilakukan dengan ketat. Penutupan tersebut dianggap perlu untuk menjaga proses produksi dan mencegah kerumunan yang bisa menyebabkan masalah.
Setelah aktivitas syuting berakhir, banyak warga yang mengungkapkan rasa penasaran mereka. Kabar tentang kehadiran Lisa baru menyebar di kalangan warga setelah proses pengambilan gambar selesai, menunjukkan ketertarikan tinggi akan industri hiburan.
Kesempatan untuk melihat bintang populer di lokasi bersejarah seperti Kota Tua memberikan pengalaman yang tidak terlupakan bagi warga. Hal ini juga mendorong pengunjung untuk lebih mencintai sejarah dan budaya lokal.






