Bagi calon mahasiswa yang berminat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri (PTN), memahami biaya yang harus dikeluarkan merupakan langkah penting. Salah satu jalur yang dapat diikuti adalah Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), yang memiliki ketentuan terkait biaya pendaftaran yang perlu dicermati.
Pendaftaran SNBT 2026 memiliki biaya yang harus dikeluarkan oleh peserta, berbeda dari jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) yang gratis. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui besaran biaya dan proses pendaftaran.
Tahapan pembayaran untuk mengikuti SNBT dilakukan setelah calon mahasiswa mendaftar secara online dan menerima kode pembayaran. Proses ini penting untuk mendapatkan tempat dalam ujian yang kompetitif.
Pembayaran biaya pendaftaran dilakukan lewat bank mitra atau layanan digital yang disediakan. Calon peserta juga harus menyadari bahwa biaya pendaftaran tidak dapat dikembalikan jika sudah dibayarkan.
Biaya Pendaftaran SNBT yang Perlu Diketahui oleh Calon Mahasiswa
Berdasarkan informasi yang ada, biaya pendaftaran untuk UTBK SNBT tahun 2026 diperkirakan sebesar Rp200 ribu. Nominal ini cukup terjangkau dan telah mendapat subsidi dari pemerintah untuk mendukung calon mahasiswa.
Walaupun demikian, biaya tersebut mungkin tidak mengalami perubahan pada tahun mendatang, tetapi calon peserta tetap harus memastikan informasi terbaru dari sumber resmi. Selain itu, penting untuk dicatat bahwa biaya yang telah dibayarkan tidak akan dikembalikan.
Pembayaran dapat dilakukan melalui berbagai metode, termasuk bank mitra seperti Bank Mandiri dan BNI. Untuk mereka yang lebih nyaman menggunakan layanan digital, mobile banking dan ATM juga tersedia untuk memudahkan proses pembayaran.
Agar akses pendidikan tetap terbuka bagi semua lapisan masyarakat, terdapat program KIP Kuliah yang dapat dimanfaatkan oleh siswa dari keluarga kurang mampu. Program ini memberikan pembebasan biaya pendaftaran serta bantuan biaya pendidikan jika siswa tersebut lolos seleksi.
Dengan begitu, kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tetap luas meskipun ada masalah finansial, sehingga program ini sangat diharapkan mengurangi hambatan bagi yang berhak.
Rincian Materi Ujian UTBK dalam SNBT
Selama pelaksanaan UTBK SNBT, peserta akan menghadapi dua komponen utama, yaitu Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Literasi. Kedua komponen ini dirancang untuk menilai kemampuan dasar yang diperlukan dalam pendidikan tinggi.
Tes Potensi Skolastik berfungsi untuk mengukur kemampuan berpikir dan penalaran peserta. Melalui tes ini, diharapkan dapat diperoleh gambaran jelas tentang kemampuan kognitif peserta.
Sementara itu, Tes Literasi mengevaluasi kemampuan peserta dalam memahami dan memanfaatkan informasi tertulis. Ini menunjukkan seberapa baik peserta dapat memahami dan berpikir kritis terhadap teks yang disajikan.
Bagi calon peserta, penting untuk memahami rincian dari setiap tes agar dapat mempersiapkan diri dengan baik. Materi yang akan diujikan cukup variatif dan mencakup sejumlah aspek penting.
Mari kita lihat rincian materi dari masing-masing kategori tes, yang dapat membantu peserta dalam persiapan ujian.
- **Tes Potensi Skolastik:**
- Penalaran umum (30 soal)
- Pengetahuan dan pemahaman umum (20 soal)
- Pemahaman bacaan dan menulis (20 soal)
- Pengetahuan kuantitatif (20 soal)
Untuk **Tes Literasi**, materi yang diujikan antara lain:
- Literasi dalam Bahasa Indonesia (30 soal)
- Literasi dalam Bahasa Inggris (20 soal)
- Penalaran matematika (20 soal)
Mempelajari materi-materi ini dengan serius akan sangat membantu dalam meningkatkan peluang untuk lulus dalam ujian SNBT. Jadi, calon peserta tidak perlu ragu dalam mempersiapkan diri.
Persiapan Optimal Menghadapi SNBT dan UTBK
Kesiapan menghadapi SNBT harus dilakukan dengan matang agar peluang lolos peserta meningkat. Salah satu cara untuk mempersiapkan diri adalah dengan mengikuti berbagai simulasi dan latihan soal.
Dengan mengikuti latihan-soal, peserta dapat mengetahui berbagai jenis soal yang mungkin muncul di ujian. Pengalaman dari simulasi ini juga membantu meningkatkan kepercayaan diri peserta saat menghadapi ujian sesungguhnya.
Sisihkan waktu harian untuk belajar dan fokus pada bidang yang dirasa masih lemah. Pembelajaran yang terstruktur dan disiplin merupakan kunci dalam mempersiapkan ujian.
Mencari dukungan dari teman sesama peserta juga bisa meningkatkan motivasi. Diskusi kelompok atau studi bersama dapat memberikan wawasan baru dan membuat belajar lebih menyenangkan.
Jangan lupa untuk menjaga kesehatan fisik dan mental menjelang ujian. Pastikan untuk cukup istirahat dan mengatur pola makan yang baik agar dapat berfungsi optimal saat hari H.





