Tikus telah lama dikenal sebagai hewan pengerat yang dapat membawa berbagai penyakit berbahaya bagi manusia. Potensi penularan penyakit ini tidak terbatas pada tunggalnya hewan tersebut, tetapi juga melalui kotorannya yang mungkin ditemukan di lingkungan sekitar kita.
Kotoran tikus bisa menjadi sarang berbagai bakteri dan virus, sehingga meningkatkan risiko infeksi dan masalah kesehatan. Jika kamu menemukan adanya kotoran tikus di rumah, penting untuk tidak panik, tetapi segera melaksanakan langkah-langkah pembersihan yang tepat.
Pengulangan masalah ini, terutama di daerah-daerah perkotaan, makin lazim dan menjadi perhatian banyak orang. Dengan berbagai penyakit yang mungkin ditularkan melalui kotoran tikus, pengetahuan mengenai bahaya ini sangat penting untuk dimiliki.
Bahaya Kesehatan Terkait Kotoran Tikus yang Perlu Diketahui
Kotoran tikus dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius. Hal ini disebabkan oleh berbagai mikroorganisme yang dapat bertahan hidup dalam kotoran tersebut.
Salah satu penyakit yang paling ditakuti adalah Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), yang dapat mengancam jiwa. Penularan virus ini terjadi melalui aerosol yang dihasilkan dari kotoran atau urine tikus yang telah kering.
Penyakit HPS biasanya dimulai dengan gejala mirip flu, tetapi dapat berkembang dengan cepat menjadi masalah pernapasan yang parah. Oleh karena itu, pembersihan kotoran tikus harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari terjadinya kontak dengan virus.
Penyakit Lain yang Ditularkan Melalui Kotoran Tikus
Leptospirosis juga merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang bisa menyebar melalui kotoran tikus. Infeksi ini dapat terjadi melalui cairan yang terkontaminasi, dan gejalanya beragam dari demam hingga masalah perut.
Banyak orang yang terjangkit leptospirosis tidak menunjukkan gejala awal, sehingga sering kali terlambat ditangani. Ini membuat pentingnya mengetahui sumber potensial dari infeksi agar tindakan preventif dapat segera diambil.
Selain itu, Lymphocytic Choriomeningitis (LCM) juga bisa diakibatkan oleh kotoran tikus. Penyakit ini dibawa oleh tikus rumah dan bisa menimbulkan gejala mirip flu yang berpotensi serius jika terjadi pada ibu hamil.
Infeksi Saluran Pencernaan dan Penyakit Lainnya yang Dapat Muncul
Kotoran tikus dapat menyebarkan infeksi saluran pencernaan yang parah, umumnya disebabkan oleh bakteri. Gejala yang terlihat dapat mencakup diare, sakit perut, dan kelelahan.
Salmonella, yang sering ditemukan dalam kotoran tikus, berpotensi menyebabkan keracunan makanan. Mengingat dampak berat dari infeksi ini, penting bagi kita untuk memperhatikan kebersihan lingkungan hidup.
Jamur berbahaya seperti Histoplasmosis juga dapat tumbuh di area yang terkontaminasi oleh kotoran tikus. Jika terhirup, spora jamur ini dapat berakibat fatal bagi kesehatan paru-paru.






