Studi yang menunjukkan prevalensi kanker payudara di Indonesia sangat mengejutkan. Dengan lebih dari 66.000 kasus per tahun, jenis kanker ini menjadi tantangan utama dalam kesehatan masyarakat, terutama bagi perempuan. Angka tersebut menjadikannya sebagai kanker dengan jumlah kasus terbanyak di seluruh Indonesia, serta menduduki peringkat ketiga sebagai penyebab utama kematian akibat kanker.
Pemerintah dan lembaga penelitian semakin aktif dalam mencari solusi yang efektif untuk menangani masalah ini. Salah satunya adalah riset inovatif yang dilakukan oleh para ahli di bidang kesehatan, yang berupaya menemukan senyawa-senyawa baru sebagai terapi kanker. Salah satu inovasi terbaru datang dari pengembangan senyawa turunan alfa mangostin, yaitu AMB10, yang diperuntukkan khusus untuk terapi kanker payudara.
Pada penelitian ini, para peneliti bekerja sama dengan beberapa universitas untuk memanfaatkan potensi senyawa alami tersebut. Mereka berharap pengembangan AMB10 dapat memberikan harapan baru bagi pasien kanker, khususnya yang menderita kanker payudara dengan tipe hormon positif.
Pengembangan Senyawa AMB10 dari Kulit Manggis untuk Terapi Kanker
Alfa mangostin, senyawa yang diekstrak dari kulit buah manggis, memiliki berbagai potensi terapeutik yang menarik. Peneliti Isti Daruwati menjelaskan bahwa sekitar 75% pasien kanker payudara memiliki jenis kanker yang dipengaruhi oleh hormon estrogen. Dengan memahami proses ini, mereka dapat merancang terapi yang lebih efektif.
Terapi yang umum digunakan untuk kanker payudara jenis ini termasuk tamoksifen, yang berfungsi sebagai selective estrogen receptor modulators (SERM). Dengan memblokir estrogen dari berikatan dengan reseptor, terapi ini bisa memperlambat pertumbuhan sel kanker. Namun, senyawa AMB10 diharapkan bisa menjadi alternatif baru yang lebih efektif dan memiliki efek samping yang lebih sedikit.
Dalam studi ini, senyawa AMB10 telah melalui berbagai tahap pengujian baik secara in silico maupun in vitro. Hasilnya menunjukkan bahwa struktur kimia AMB10 mirip dengan tamoksifen, yang membuatnya menjadi kandidat yang menjanjikan dalam pengobatan kanker payudara.
Proses Sintesis dan Pengujian Senyawa AMB10 dalam Laboratorium
Penting untuk dicatat bahwa AMB10 telah disintesis di Universitas Perjuangan Tasikmalaya dan berhasil melewati uji awal untuk menilai efektivitasnya. Senyawa ini dilabeli secara radioaktif dengan menggunakan iodin-131, yang merupakan langkah penting dalam pengujian lebih lanjut sebagai radiofarmaka teranostik.
Dalam proses ini, iodin dioksidasi menggunakan kloramin-T untuk memastikan kemurnian radiokimia yang tinggi. Dengan langkah-langkah ini, AMB10 diharapkan dapat terakumulasi secara efisien dalam sel kanker payudara yang memiliki reseptor estrogen positif, meningkatkan efisiensi pengobatan.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa AMB10 memiliki kemampuan untuk banyak masuk dan menempel pada sel kanker payudara. Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa obat yang dikembangkan benar-benar dapat menghentikan pertumbuhan sel kanker dengan efektif.
Harapan untuk Masa Depan Terapi Kanker Payudara di Indonesia
Riset ini tidak hanya memberikan harapan baru dalam pengobatan kanker payudara, tetapi juga merupakan langkah maju dalam pemanfaatan sumber daya alam Indonesia. Senyawa yang berasal dari buah lokal ini dapat diteliti lebih dalam untuk pengembangan sebagai obat radioaktif.
Isti dan tim periset berharap bahwa temuan ini dapat membantu pasien kanker payudara di Indonesia dengan memberikan alternatif pengobatan yang lebih baik. Program penelitian ini didukung oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat.
Melalui penelitian ini, diharapkan penggunaan senyawa alami dapat dikembangkan lebih lanjut, sehingga dapat memberikan solusi jangka panjang bagi pasien kanker di Indonesia. Masyarakat diharapkan lebih mengapresiasi pentingnya penelitian kesehatan untuk menciptakan inovasi dalam penanganan kanker.





