Memasuki tahun baru, tren desain interior mengalami perubahan yang signifikan. Dalam beberapa tahun terakhir, gaya furnitur yang dulu sangat digemari kini mulai kehilangan popularitasnya dan dianggap kurang menarik.
Para ahli desain menyatakan bahwa tahun 2026 akan menjadi titik balik bagi pemilik rumah untuk beralih dari tampilan yang berlebihan ke desain yang lebih sederhana dan fungsional, mencerminkan kepribadian mereka.
Keinginan untuk memiliki furnitur yang berkarakter, tahan lama, dan mencerminkan jati diri semakin mendominasi pilihan pembeli. Ini merupakan langkah konkret menuju pergeseran nilai-nilai estetika dalam dunia desain interior.
Banyak di antara pemilik rumah yang kini menghindari mengikuti tren semata dan berfokus pada elemen-elemen yang lebih personal dan relevan. Hal ini membuka jalan bagi inovasi dan pemikiran kreatif dalam menciptakan ruang yang nyaman dan unik.
Tren Desain Interior yang Akan Ditinggalkan di Tahun 2026
Sejumlah gaya furnitur yang dulu sangat populer kini mulai ditinggalkan. Salah satu yang pertama adalah motif kerang yang sempat mendominasi desain interior.
Menurut para desainer, motif ini telah kehilangan pesonanya karena terlalu sering digunakan. Masyarakat mulai mencari alternatif yang memberikan nuansa yang lebih elegan dan tidak terduga.
Furnitur Standar Masa Kini dan Keberlanjutannya
Furnitur standar dari rumah-rumah baru, terutama yang berasal dari developer, juga menjadi salah satu tren yang perlahan ditinggalkan. Masyarakat kini lebih peka terhadap desain dan ingin menciptakan ruang yang merefleksikan karakter pribadi mereka.
Keberanian untuk mencari furnitur yang memiliki cerita dan detail unik menciptakan ruang yang lebih hidup. Ini mencerminkan keinginan generasi saat ini untuk memiliki elemen-elemen yang berkesan dan penuh makna dalam rumah mereka.
Perubahan Preferensi Dalam Pilihan Material
Salah satu pergeseran penting yang terjadi adalah penggunaan kayu berwarna terang. Biasanya, kayu ini dianggap modern, tetapi kini mulai terpinggirkan oleh jenis kayu yang lebih kaya seperti walnut dan mahogany.
Kayunya yang lebih gelap kini dianggap lebih elegan dan memberikan sentuhan klasik yang tahan lama. Dengan trend furnitur vintage yang kian meningkat, material ini menjadi pilihan banyak orang untuk menciptakan nuansa yang lebih mewah.
Elegansi yang Dilupakan: Furnitur Berlapis Rumbai
Furnitur dengan detail berlapis rumbai juga mulai dipertimbangkan kembali. Meski terlihat elegan, banyak orang mengeluhkan kenyamanannya yang kurang, serta kesulitan dalam pemeliharaan.
Pakar desain menyarankan agar penggunaan detail rumbai lebih difokuskan pada bagian luar furnitur. Dengan langkah ini, estetika tetap terjaga tanpa mengorbankan kenyamanan penggunanya.
Kembali ke Dasar dengan Garis-Garis Sederhana
Detail garis-garis vertikal, atau fluted, yang sempat menjadi tren kini mulai dianggap berlebihan. Masyarakat merasa bahwa desain ini telah digunakan secara luas dan saatnya kembali ke bentuk yang lebih sederhana.
Desainer mulai mengadopsi gaya yang lebih klasik untuk menciptakan tampilan yang lebih abadi dan tidak lekang oleh waktu. Hal ini menunjukkan pergeseran ke arah desain yang lebih tenang dan harmonis.
Tahun 2026 tampaknya membawa harapan baru dalam dunia desain interior, di mana fungsionalitas dan kepribadian menjadi prioritas utama. Kebangkitan gaya yang lebih minimalis dan berkarakter ini menciptakan ruang yang tidak hanya nyaman, tetapi juga penuh makna dan identitas pemiliknya.






