Sering kali kita mengalami momen tiba-tiba kehilangan fokus atau melupakan suatu hal yang sepele, seperti apa yang ingin kita lakukan di dalam rumah. Meskipun pengalaman ini bisa menimbulkan kecemasan, perlu disadari bahwa hal tersebut tidak selalu berkaitan dengan masalah serius pada fungsi otak.
Menurut psikolog klinis, Sarah Garcia Beaumier, fenomena “blank” ini lebih sering disebabkan oleh tekanan psikologis dibandingkan oleh gangguan neurologis. Faktor seperti stres, multitasking, kecemasan, dan depresi adalah beberapa penyebab umum yang sering mengganggu konsentrasi kita.
Pada umumnya, penurunan kognitif akan menampakkan diri melalui berkurangnya kemampuan memori, perhatian, dan bahasa seseorang. Ini dapat terlihat ketika kita kesulitan dalam mengingat janji penting atau tidak bisa menemukan kata yang tepat saat berbicara, dan lama-lama hal ini bisa menyebar hingga menyentuh kehidupan sehari-hari.
Dokter saraf, Thomas Hammond, menjelaskan bahwa jika seseorang mulai sering lupa tentang percakapan atau janji penting, serta merasa bingung di tempat yang seharusnya dikenal baik, itu bisa menjadi tanda akan adanya gangguan kognitif yang memerlukan perhatian lebih serius.
Apa Itu Penurunan Kognitif dan Penyebabnya?
Penurunan kognitif umumnya terjadi seiring bertambahnya usia, tetapi bisa juga terjadi lebih awal karena berbagai kondisi. Banyak faktor psikologis yang dapat memengaruhi kognisi, seperti stres yang berkepanjangan, masalah emosional, atau depression.
Tidak semua yang mengalami penurunan kognitif akan berlanjut menjadi demensia. Beberapa orang bahkan dapat melakukan perbaikan pada kognisi mereka jika faktor-faktor yang memengaruhi mereka ditangani dengan baik sejak awal.
Berdasarkan penelitian, tanda-tanda awal dari penurunan fungsi otak dapat tampak jelas dalam aktivitas sehari-hari. Contoh konkretnya adalah kesulitan menyelesaikan tugas-tugas yang sebelumnya bahkan sederhana sekalipun.
Stres dan kecemasan dapat memengaruhi sistem otak yang mengatur perhatian dan perencanaan, sehingga hasilnya adalah berkurangnya kemampuan untuk berpikir jernih. Pada saat otak tertekan, kemampuan mengambil keputusan pun terhambat, menciptakan siklus negatif yang sulit dipecahkan.
Tanda-tanda Umum Penurunan Fungsi Otak yang Perlu Diperhatikan
Secara umum, ada beberapa tanda yang perlu diperhatikan terkait penurunan fungsi otak. Salah satunya adalah kesulitan dalam mengatur dan menyelesaikan tugas sehari-hari. Hal ini bisa jadi sinyal pertama bahwa seseorang perlu mengambil langkah untuk memperbaiki kondisi tersebut.
Ketika seseorang mulai merasa sulit menemukan kata-kata yang tepat saat berbicara, ini juga harus diwaspadai. Faktor biokimia dalam tubuh, seperti penurunan protein BDNF yang penting untuk kesehatan otak, bisa berperan dalam masalah tersebut.
Kehilangan minat terhadap aktivitas yang dulu disukai bisa menjadi indikator awal yang hilang, dan kondisi ini sering disalah artikan sebagai kelelahan biasa. Ketidakaktifan dalam hal-hal yang sebelumnya menyenangkan bisa memperparah penurunan kognitif yang terjadi.
Perubahan kepribadian, seperti menjadi lebih mudah marah atau menarik diri dari lingkungan sosial, juga penting untuk dicatat. Orang-orang terdekat sering kali menjadi yang pertama menyadari perubahan ini sebelum individunya sadar akan perubahannya sendiri.
Bagaimana Cara Mencegah dan Mengatasi Penurunan Kognitif?
Pencegahan yang tepat terhadap penurunan kognitif bisa dilakukan dengan menjaga kesehatan mental dan fisik. Mengelola stres dengan cara yang sehat dapat memiliki dampak besar terhadap fungsi otak.
Menjaga pola makan yang sehat juga merupakan langkah penting. Nutrisi yang baik akan mendukung kesehatan otak; makanan seperti blueberry, kunyit, dan teh hijau dianggap dapat membantu meningkatkan fungsi otak.
Selain itu, aktivitas fisik secara teratur, seperti berolahraga, memiliki manfaat jangka panjang bagi kesehatan otak. Interaksi sosial yang positif juga bermanfaat untuk menjaga koneksi sosial yang sehat.
Mengatasi pikiran negatif dan kebiasaan overthinking juga penting. Ini tidak hanya dapat meningkatkan kesehatan mental, tetapi juga membantu meningkatkan konsentrasi dan daya ingat yang dapat berkontribusi pada kesehatan otak secara keseluruhan.
Menjaga Kesehatan Mental dan Fisik Secara Bersama-sama
Menjaga keseimbangan antara kesehatan mental dan fisik adalah kunci untuk mencegah penurunan kognitif. Penting untuk melakukan aktivitas yang menstimulasi pikiran, seperti bermain game atau membaca buku, untuk menjaga otak tetap aktif.
Otak yang berfungsi dengan baik adalah bagian dari kehidupan yang sehat. Dengan memperhatikan pola pikir dan kebiasaan sehari-hari, kita dapat membantu menjaga kesehatan otak dalam jangka panjang.
Sering kali, kita harus menyadari bahwa sebisa mungkin kita tidak membiarkan stres atau kecemasan menguasai kehidupan kita. Kesehatan mental yang baik akan berkontribusi besar terhadap kesehatan kognitif yang berkelanjutan.
Jika mulai merasakan gejala-gejala penurunan kognitif, sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan profesional untuk evaluasi lebih lanjut. Pengawasan yang tepat dapat memberikan langkah-langkah yang diperlukan untuk memperbaiki keadaan.






