Dalam perjalanan hidup, banyak orang baru menyadari arti sejati dari keberadaan mereka ketika waktu mereka semakin mendekati akhir. Bronnie Ware, seorang mantan perawat penderita terminal asal Australia, menemukan pola menarik selama bertahun-tahun mendampingi orang-orang di penghujung hidup mereka.
Melalui ratusan percakapan yang ia lakukan di ranjang kematian, Bronnie mencatat lima penyesalan paling umum yang kemudian dihadirkannya dalam buku berjudul The Top Five Regrets of the Dying. Dalam tulisannya, ia mengungkapkan bahwa sebagian besar penyesalan yang dialami bukanlah akibat dari tindakan yang diambil, melainkan dari hal-hal yang tidak dilakukan.
Banyak dari mereka merasakan bahwa hidup yang dijalani terlalu banyak dipengaruhi oleh ekspektasi orang lain, bukan oleh pilihan pribadi mereka sendiri. Fenomena ini menunjukkan bahwa penyesalan terbesar sering kali berasal dari keberanian yang tidak diambil dan kesempatan untuk bersenang-senang yang diabaikan.
Berikut adalah lima penyesalan yang sering diungkapkan oleh orang-orang menjelang akhir hidup mereka, menurut penelitian Bronnie Ware.
- Saya berharap memiliki keberanian untuk hidup sesuai keinginan saya sendiri, bukan seperti yang diharapkan orang lain.
- Saya berharap tidak bekerja terlalu keras sepanjang hidup.
- Saya berharap berani mengungkapkan perasaan saya dengan lebih terbuka.
- Saya berharap tetap menjaga hubungan dengan sahabat-sahabat saya.
- Saya berharap membiarkan diri saya merasakan kebahagiaan yang lebih besar.
Menurut Bronnie, penyesalan pertama adalah yang paling sering didengar. Ketika orang menyadari hidup mereka hampir berakhir dan melihat ke belakang dengan lebih jelas, mereka mudah menyadari berapa banyak impian yang tidak pernah terwujud. Kebanyakan orang menginginkan hidup yang lebih sesuai dengan harapan mereka sendiri, bukan yang dibentuk oleh keinginan orang lain.
Ketidakpuasan ini sering kali disebabkan oleh keputusan yang diambil di masa muda, seperti memilih jurusan kuliah atau jalur karier atas dorongan orang tua. Banyak juga yang mengorbankan impian untuk bepergian demi menjaga hubungan dengan orang yang mereka cintai. Kesadaran ini bisa menjadi pengingat berharga untuk menjalani hidup dengan cara yang lebih autentik.
“Selamatkan diri Anda dari penyesalan seumur hidup dengan mengutamakan kepentingan dan kebahagiaan Anda saat mengambil keputusan,” saran Bronnie kepada semua orang.
Mengapa Terlalu Banyak Bekerja Menjadi Penyesalan Umum
Penyesalan kedua yang terungkap dalam riset Bronnie adalah soal bekerja terlalu keras. Studi yang dilakukan terhadap 1.170 pekerja di sebuah negara menunjukkan bahwa 78% dari mereka mengorbankan waktu libur untuk bekerja. Ini menciptakan dilema serius di mana fokus pada pekerjaan mengorbankan kesehatan mental serta hubungan sosial.
Banyak pekerja merasa terjebak dalam rutinitas yang menuntut mereka untuk selalu berperforman tanpa jeda. Kesejahteraan mental menjadi sulit dicapai ketika kesibukan sehari-hari tidak memberi ruang untuk istirahat dan refleksi. Hal ini memperburuk rasa stres dan ketidakpuasan dalam hidup mereka.
Orang-orang sering kali menunda untuk menikmati waktu berkualitas dengan keluarga dan teman. Alih-alih mencari keseimbangan, mereka lebih memilih untuk menyibukkan diri, yang pada akhirnya menjadi kesempatan yang hilang untuk merasakan kebahagiaan sederhana dalam hidup.
Pentingnya Mengungkapkan Perasaan dan Emosi
Penyesalan ketiga yang populer adalah terkait dengan kurangnya keberanian untuk mengungkapkan perasaan. Banyak orang merasa tertekan dikarenakan ketidakberanian mereka untuk berbicara jujur tentang apa yang mereka rasakan. Ketidakjujuran ini tidak jarang menyebabkan masalah dalam hubungan personal dan mengubah hubungan yang berpotensi indah menjadi hubungan yang penuh ketegangan.
Penyimpan perasaan sering kali merasakannya sebagai beban emosional yang membebani jiwa. Mereka menganggap bahwa berani berbicara tentang perasaan bisa menghadirkan konflik, namun sebenarnya lebih banyak manfaat yang bisa diperoleh. Memberikan suara pada emosi bisa meredakan beban dan memperkuat keterikatan antar pribadi.
Penting bagi setiap individu untuk memahami bahwa mengungkapkan perasaan dengan akibat yang mungkin tak melulu negatif. Belajar berbicara dan menyampaikan apa yang ada di hati bisa mendatangkan kebahagiaan dan kelegaan yang tak terduga.
Mempertahankan Persahabatan dalam Hidup yang Sibuk
Penyesalan keempat berkaitan dengan upaya untuk menjaga hubungan dengan teman-teman. Banyak orang merasakan kehilangan ketika mereka terlalu fokus pada pekerjaan dan melupakan teman-teman lama. Dengan berjalannya waktu, hubungan ini bisa tereduksi menjadi kenangan yang samar.
Persahabatan memberikan dukungan emosional yang penting dan memiliki dampak positif bagi kesehatan mental. Ketika seseorang berjuang menjaga ikatan sosial, mereka bahkan dapat merasakan kesepian meskipun dikelilingi oleh banyak orang. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas hubungan lebih penting dibandingkan kuantitasnya.
Jika individu tidak berusaha mempertahankan koneksi ini, mereka berisiko kehilangan salah satu sumber kebahagiaan terbesar dalam hidup. Berinvestasi dalam hubungan sosial sering kali memberi nilai tambah yang signifikan terhadap kehidupan secara keseluruhan.
Keberanian untuk Bahagia dan Memilih Kebahagiaan
Penyesalan terakhir yang sering muncul adalah terkait dengan keberanian untuk membiarkan diri merasakan kebahagiaan. Banyak orang merasa terkunci dalam rutinitas yang monoton dan merasa tidak berhak untuk mencari kebahagiaan. Pikirannya bahwa kebahagiaan merupakan hasil dari usaha dan pengorbanan sering kali menghalangi mereka untuk menikmati momen-momen kecil dalam hidup.
Bronnie menyatakan bahwa banyak orang terjebak dalam pola berpikir yang tidak menguntungkan sehingga menghalangi mereka dari rasa bahagia. Terkadang, semua yang dibutuhkan hanyalah keberanian untuk mengambil langkah kecil menuju kebahagiaan. Menjaga pikiran terbuka dan merangkul pengalaman baru bisa membawa perubahan positif.
Memilih untuk bahagia bukanlah hal mudah, tetapi itu adalah keputusan yang harus diambil secara sadar. Hidup adalah perjalanan penuh pilihan, dan kebahagiaan dapat dicapai dengan mendedikasikan waktu untuk diri sendiri dan keinginan untuk menjalin hubungan yang lebih dalam dengan orang lain.






