Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi pemimpin dalam industri herbal dunia. Dengan keanekaragaman hayati yang kaya, lebih dari 30 ribu jenis tumbuhan dapat ditemukan di Nusantara, dan sekitar 9.600 di antaranya telah terbukti memiliki khasiat obat yang luar biasa.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, Taruna Ikrar, menekankan pentingnya memanfaatkan sumber daya alam ini. Dalam sebuah acara penting, ia menyatakan harapannya untuk menjadikan Indonesia bukan hanya sebagai pemimpin lokal, tetapi juga global dalam bidang pengobatan herbal.
“Potensi herbal Indonesia sangat besar dan kita harus dapat mengembangkannya,” katanya. Dengan berbagai langkah strategis, Indonesia bisa menjadi kekuatan dalam pasar herbal global.
Namun, saat ini hanya sekitar 18 ribu dari ribuan tanaman berkhasiat obat yang terdaftar secara resmi di BPOM. Meskipun demikian, hanya 71 dari jumlah tersebut yang telah menjadi obat herbal terstandar.
Taruna menegaskan bahwa bahan baku obat herbal kita masih sangat bergantung pada impor, mencapai 94 persen. Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan riset dan pengembangan di bidang herbal untuk mencapai kemandirian.
Pengembangan Herbal Melalui Kolaborasi Strategis
BPOM telah merumuskan strategi Academic, Business, Government (ABG) untuk memperkuat pengembangan herbal di Indonesia. Strategi ini bertujuan untuk menciptakan kerjasama antara akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memicu inovasi dan riset yang lebih aktif dalam bidang herbal. Dengan adanya regulasi yang jelas, diharapkan semua pihak dapat memastikan keamanan dan kualitas produk herbal yang dihasilkan.
Taruna menambahkan bahwa BPOM juga berkomitmen untuk memfasilitasi integrasi obat tradisional ke dalam sistem kesehatan nasional. Dengan cara ini, masyarakat bisa merasakan manfaat dari obat herbal secara lebih luas.
Dalam upayanya tersebut, pemerintah juga mendorong pelaku usaha kecil dan menengah untuk terlibat dalam industri herbal. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan perekonomian lokal tetapi juga memperkuat identitas budaya bangsa.
Mengoptimalkan Kunyit dan Kina dalam Riset Herbal
Di antara banyaknya tanaman herbal, dua yang sangat menonjol adalah kunyit dan batang kina. Kunyit kaya akan kurkumin, zat yang memiliki kekuatan antioksidan dan antiinflamasi, serta potensi anti-kanker yang sangat tinggi.
Batang kina, di sisi lain, dikenal luas sebagai bahan penting untuk pengobatan malaria. Sayangnya, meskipun keduanya memiliki potensi besar, pengolahan dan pemanfaatannya di dalam negeri masih sangat terbatas.
Proses produksi kedua tanaman ini sering kali bergantung pada negara lain, sehingga mengurangi peluang peningkatan nilai tambah di pasar lokal. Taruna mengungkapkan bahwa batang kina yang kita kirim ke negara lain sering kali dikembalikan dengan harga yang jauh lebih tinggi.
“Jika kita bisa mengelola pengolahan herbal sendiri di dalam negeri, kita bisa mengurangi ketergantungan terhadap obat-obatan impor,” kata Taruna. Hal ini akan membuka peluang bagi Indonesia untuk berinovasi dan menghasilkan produk herbal yang berkualitas.
Memperkuat Posisi Indonesia di Pasar Herbal Global
Optimisme Taruna dalam menghadapi tantangan industri herbal sangat tinggi. Dengan mengandalkan kekayaan alam, riset yang kuat, dan dukungan regulasi, Indonesia memiliki potensi untuk bersaing dengan negara seperti Korea dan China yang sudah terkenal dengan pengobatan tradisionalnya.
“Indonesia tidak boleh kalah dalam hal pengembangan herbal,” ujarnya. Harta karun alam yang melimpah di Indonesia harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mengangkat taraf kesehatan masyarakat.
Dengan begitu banyaknya tanaman berkhasiat, Indonesia bisa menjadi pusat keunggulan dalam industri herbal dunia. Penelitian yang diarahkan dengan baik akan memunculkan inovasi-inovasi baru yang dapat membantu mempercepat kemajuan industri herbal nasional.
Rencananya, dalam beberapa tahun mendatang, sektor herbal diharapkan bisa menjadi salah satu pilar penting dalam ekonomi Indonesia. Jika dikelola dengan tepat, produk herbal Indonesia bisa meraih tempat di pasar global dengan nilai yang bersaing.
Saatnya bagi Indonesia untuk menunjukkan bahwa negara ini mampu menjadi raja dalam bidang herbal, bukan hanya di pasar lokal tetapi juga di tingkat dunia. Dengan langkah-langkah strategis yang tepat, masa depan cerah menanti industri herbal Indonesia.






