Ganja, atau cannabis, telah menjadi topik pembicaraan yang hangat di berbagai belahan dunia, terutama terkait dengan manfaat medisnya. Sejak ribuan tahun lalu, tanaman ini telah digunakan oleh berbagai budaya untuk berbagai tujuan, termasuk pengobatan dan spiritualitas.
Pentingnya ganja dalam dunia medis menjadi semakin terlihat dengan semakin banyaknya penelitian yang mendukung penggunaannya. Dengan legalisasi yang berkembang di berbagai negara, masyarakat mulai memahami potensi yang dimiliki tanaman ini.
Berbagai kota di dunia menunjukkan tingkat konsumsi ganja yang tinggi, mencerminkan perubahan persepsi masyarakat terhadap tanaman ini. Berikut adalah beberapa kota dengan konsumsi ganja tertinggi berdasarkan laporan yang ada.
Data Konsumsi Ganja di Berbagai Kota di Dunia
Di Amerika Serikat, Denver menjadi salah satu kota dengan konsumen ganja terbanyak. Sekitar 6,8 metrik ton ganja dikonsumsi di kota ini, menjadikannya pusat perhatian untuk penggiat ganja.
Adelaide, Australia, di mana ganja hanya legal untuk penggunaan medis, juga menunjukkan tingkat konsumsi yang signifikan dengan total yang sama yaitu 6,8 metrik ton. Meskipun legalitasnya terbatas, minat masyarakat tetap tinggi.
Dublin, Irlandia, mencatat 7,1 metrik ton konsumsi ganja, meskipun ganja ilegal untuk tujuan rekreasi. Survei menunjukkan sekitar 17% penduduknya menggunakan produk ganja, menunjukkan adanya kebutuhan akan perubahan kebijakan.
Vancouver di Kanada menjadi salah satu yang terdepan dalam industri ganja setelah legalisasi pada tahun 2018. Kota ini melaporkan total konsumsi sebesar 7,9 metrik ton, menunjukkan pasar yang berkembang pesat.
Üsküdar di Turki, meskipun ganja ilegal untuk penggunaan rekreasi, tercatat mengkonsumsi 7,9 metrik ton. Hal ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap ganja tetap ada, meski ada pembatasan hukum yang ketat.
Perkembangan Legalisasi Ganja di Berbagai Negara
Philadelphia, AS, telah mendekriminalisasi ganja sejak 2014, mengizinkan kepemilikan ganja dalam jumlah kecil. Dengan total konsumsi 10,6 metrik ton, kota ini menjadi contoh bagaimana perubahan kebijakan dapat mempengaruhi perilaku masyarakat.
Montreal, Kanada, melaporkan total konsumsi ganja sebesar 11 metrik ton. Sejak legalisasi, penggunaan ganja di Quebec meningkat, dengan hasil penjualan yang signifikan setiap tahunnya.
Australia dengan Melbourne juga memperlihatkan potensi yang besar. Dengan 11 metrik ton konsumsi, negara ini sedang mempertimbangkan untuk melegalkan ganja, melihat potensi pendapatan yang dapat dihasilkan.
Phoenix di Arizona melaporkan 11,4 metrik ton konsumsi. Meskipun beberapa regulasi masih mengikat, pasarnya terus berkembang, menciptakan peluang ekonomi baru dan pajak yang lebih baik bagi negara.
Hamburg di Jerman mempersiapkan undang-undang baru untuk memperbolehkan ganja rekreasi. Dengan total konsumsi 12,9 metrik ton, Jerman menjadi salah satu negara Eropa yang mulai bergerak ke arah legalisasi lebih luas.
Tantangan dan Kesempatan dalam Industri Ganja
Wina, Austria, melaporkan konsumsi ganja sebesar 15 metrik ton. Dengan populasi pasien ganja medis yang besar, kota ini memiliki potensi pasar yang signifikan dan dapat menjadi pionir dalam industri ganja Eropa.
Prague, Republik Ceko, telah merencanakan pasar ganja yang legal dan teratur, menunjukkan komitmen untuk mengikuti perkembangan global dengan konsumsi 15,5 metrik ton. Langkah ini dapat menggugah negara-negara Eropa lainnya untuk mengambil tindakan serupa.
Toronto, Kanada, mencatat konsumsi yang tinggi dengan 16,7 metrik ton. Dengan sekitar 1.700 toko ganja legal, kota ini menjadi contoh sukses bagaimana regulasi yang baik bisa mendukung industri ganja yang sehat.
Tokyo, Jepang, menunjukkan konsentrasi konsumsi ganja dengan 16,7 metrik ton, meskipun ganja rekreasi masih ilegal. Namun, CBD legal dan banyak tersedia membuat pertumbuhan industri ganja di Jepang tidak dapat diabaikan.
Houston, Texas, AS, menempati posisi keenam dengan total konsumsi 18,5 metrik ton. Rancangan undang-undang untuk mendekriminalisasi kepemilikan ganja menjadi langkah maju bagi negara bagian ini untuk mengatur dan memanfaatkan potensi ekonomi dari ganja.






